Sejarah
Diposting tanggal: 05 Mei 2013

Dalam rangka membantu pemerintah meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia maka didirikanlah Akademi Kebidanan Al-Fathonah Jakarta melalui Rekomendasi Depkes No. DL.01.SJ.H.0650 dan SK Mendiknas Nomor : 57/D/0/2002. Awal mula beridinya Akademi Kebidanan AL Fathonah adalah keinginginan pengurus Yayasan Graha mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, sedangkan keterpurukan nasional dikarenakan penurunan moral bangsa secara keseluruhan. Maka pengurus yayasan bersepakat untuk memberi nama akademi kebidanan kearah nilai-nilai luhur agama, yaitu akhlak yang mulia. Agar selalu ingat akan hal itu, maka akademi kebidanan ini diberi nama Al Fathonah yang berarti cerdas dan bijaksana. Suatu sifat yang diharapkan baik bagi lulusan, para pendidik, maupun para pengelola. Walaupun demikian, akademi ini tidak berdasarkan agama tertentu sehingga siftanya pun terbuka dapat menerima dosen, pengelola, maupun mahasiswa berlatar belakang agama manapun.

Akademi Kebidanan Al Fathonah ingin menjadikan lulusan yang siap melayani ibu dan anak sehingga harus bisa menjadi bidan yang cerdas, bijak (fathonah) serta peduli terhadap kesehatan masyarakat (berakhlak mulia). Disamping itu seorang bidan harus sehat jasmani, sehat rohani dan sosial serta mampu bertahan dalam keadaan lingkungan yang buruk, dapat menolak  penyakit atau dengan perkataan lain sehat wal afiat.  Dalam kenyataannya, kedudukan bidan dalam masyarakat sangat penting dan pengaruhnya sangat besar untuk dijadikan panutan bagi masyarakat, terutama masyarakat desa.

Karenanya, dia harus berkepribadian dan berkebangsaan Indonesia.  Namun berhubungan dengan pengaruh globalisasi menuntut seorang bidan harus berwawasan global. Dengan demikian, bidan yang akan kita lepaskan ke dalam masyarakat adalah bidan-bidan yang sehat, berwawasan global, cerdas, bijak, mahir, dan terampil.